Aku kehabisan fikir sampai rasa ini telah membatu
ditengah kebisingan suara-suara diluar sana
aku hanyalah aku –sendiri-, sepi
Aku kehabisan kata dan ucap untuk dimaksudkan
pada orang-orang dikejauhan
pada rumput yang bergoyang, bahkan pada seekor agas di senja
Kemana lagi aku harus menitipkan jati diriku barang sehari saja?
Kau yang tak nampak, hanya cahaya-Mu, kesuciaan-Mu
datang dan mengajakku mampir kepondok-Mu
Aku merasa nyaman dengan balutan kafan seperti yang Kau kenakan
Lalu aku melihat kilauan emas, intan, permata mulia
dan semua begitu elok, indah, tak terkatakan lagi
Aku tidak ingin menyelesaikan sajak ini
Karena aku ingin terus tinggal di pondokmu
Walau hanya dalam sajak
Deviasi Rasa
11 July 2010
by Jessica