Menjaga kasidah cinta ternyata sulit bagiku
meneropong dalam bingkai kacamata seorang pemimpi
sampai larut membius tiap celah, tersapu sesisir sinar
Bukan pula ilalang dipematang dan keong emas
saat hatimu kau kekang, kau jerat dengan ikat kuat
merapatkan lilitan rasa rindumu padaku seperti dulu
Bak kasintu berkotek ditengah lolongan anjing hutan
sama seperti ketika hatimu mulai tawar dan kecut
Mungkin benar kalau ulat hijau suka bermain diatas petsai
karena mudah bagi mereka mencari hidupnya
sementara hatimu masih mengambang diantara kompas
Sampai kapan kau delikkan egomu dalam emosi?
Kapan kau mau mengerti mauku dalam sasmitaku?
Bisumu merendetkan alur dan mengikis tipis
mengatupkan kelopak pukul 4, menorehkan harap
Pada gulungan surat yang belum tersirat
sajak pertama sampai masa perintisan
selagi keletung memekakan telinga –pekat-
Maaf bila aku mencintaimu,sekali lagi maaf
dalam benak ini muncul gagasan untuk mencarimu
sampai aku benar-benar menemukanmu
kamu yang sebenarnya, kamu yang hidup dan yang ada
Diantara kamu-kamu, kamulah yang aku cari
walau rasa, pikir, akhlak merubung prinsip yang bernafas
Kelak ku akan bicara pada semak dan ngengat –biar saja mereka tau-
Sambil mencibir dekat telaga sewu menuntut balik menorehkan kebanggaan berpagut dalam sensasi
sejenak dan tanpa syarat serta isyarat
Dengan sepenuh rasa…
Jangan hatimu kau paksakan
membodohimu…
Koagregasi bisu
by jessica
July 2010